Minggu, 01 Mei 2022

Pengertian Misi

Pengertian Misi 






Yang dimaksud dengan Misi adalah mengabarkan Injil keselamatan kepada dunia, sebagai bagian lanjutan kedatangan Kristus/Mesias yang pertama kali ke dunia ini (Pengabaran berita Surga dari Allah akan hidup yang kekal kepada manusia) dan pengabaran kedatangan Kristus/Mesias yang kedua kali atas penghakimannya kepada dunia ini di akhir zaman.. Namun demikian, jemaat-jemaat ini mengakui keesaan mereka di dalam iman kepada Yesus Kristus dan di dalam tugas panggilan mereka untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani sebagai jemaat-jemaat Kristen.


Orang percaya harus melaksanakan Amanat Agung Yesus ini bukan merupakan sebuah tantangan, melainkan suatu tanggungjawab yang harus dipikul, dan diperuntukkan bagi semua orang percaya untuk pergi ke seluruh dunia dalam memberitakan Injil kepada segala makhluk. Setiap orang percaya mengemban amanat untuk membaktikan diri dalam membuat Injil menjadi perhatian seluruh umat manusia, ini merupakan tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan. Gereja adalah suatu komunitas dalam respon terhadap Missio Dei yang memberikan kesaksian tentang kegiatan Allah di dunia melalui pemberitaan kabar baik mengenai Yesus Kristus dalam ucapan dan tindakan. Gereja barulah menjadi Gereja yang sesungguhnya apabila terlibat dalam pelaksanaan misi Allah di tengah-tengah dunia. Gereja yang melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai gereja Allah adalah salah satu bentuk gereja yang misioner.


Pelayanan Misi

Sedangkan Misi merupakan suatu tugas yang gereja tanggapi sebagai amanat atau perintah langsung dari Tuhan Yesus dalam rangka peranannya di dunia ini. Misi adalah inisiatif dari Allah. Ia mengutus umatNya untuk memproklamasikan Injil secara jelas. Misi bukanlah pilihan yang dapat dipertimbangkan tetapi misi adalah suatu perintah yang harus dilaksanakan. Tujuan dari misi yaitu memulihkan hubungan manusia dengan Allah, membawa orang mengenal satu-satunya Allah yang benar, dan memuliakan Allah. Misi juga merupakan rancangan damai sejahtera dari Allah untuk menyelamatkan dan menyatakan kerajaanNya di dunia, yang harus dikerjakan oleh setiap orang percaya lewat pelayanan kepada sesama.

Belas Kasihan Allah

Pekerjaan Tuhan, khususnya dalam pelayanan pastoral. Kedua adalah dasar pelayanan Tuhan Yesus (36). Alkitab berkata bahwa tergerakah hati Yesus oleh belas kasihan  Jadi kasih Kristuslah yang harus menguasai hamba-hamba Tuhan di dalam pelayanan (II Korintus 5:14-15). Sama seperti Allah Bapa mengutus Yesus karena mengasihi isi dunia ini (Yohanes 3:16), demikian juga orang percaya melayani dan hidup bagi Allah karena kasih. Bukan melayani karena “terpaksa” atau ‘jadwal” (untuk keteraturan saja). Contoh: Orang Farisi dan Ahli Taurat melayani Allah secara legalitas (diumpamakan seperti pohon ara yang banyak daunnya / berlimpah-limpah di dalam daun keagamaan, tetapi tidak berbuah / mandul dalam buah kebenaran - Markus 11:12-14). Ketiga adalah motivasi pelayanan Tuhan Yesus (bd. Yohanes 4:34). Motivasi pelayanan Yesus adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaanNya. Ketaatan melakukan Firman Allah.