Infosible Is Nothing
Lukas 1: 26-38 Ilustrasi seorang prajurit yang percaya Yesus….. Tiada yang Mustahil bagi Yesus , seperti ilustrasi di atas sungguh tidak masuk di akal jika mobil bisa berjalan tanpa mesin, tetapi bagaimana mungkin hal itu terjadi? Secara manusia sungguhlah tidak munkin tetapi apa yang tidak munkin bagi kita sangat mungkin bagi Allah, oleh karena itu sikap kita sebagai orang percaya adalah: 1.Jangan takut (fobe,w ¿fobe,omaiÀ phobeo,ketakutan Arti fobia di KBBI adalah: ketakutan yang sangat berlebihan, kekuatiran Hal-hal berat yang terjadi dalam hidup kita sering membuat kita menjadi takut dan seperti yang dialami oleh Maria pada saat itu, bagaimana mungkin dia tidak takut sebab kedatangan Malaikat Gabriel ke rumahnya membawa berita yang sangat mengejutkan yaitu ayat 31 “ sesungguhnya engkau akan mengandung seorang anak laki-laki dan menamai Dia Yesus” bagi dia berita itu diluar dari akalnya, di ayat 30 malaikat Gabriel berkata” Jangan takut?”
kalimat ini menunjukkan bahwa Sesuatu hal akan terjadi dalam hidupnya diluar dari apa yang dia perbuat yang pasti akan menanggung resiko besar, bagi adat itiadat Yahudi pada saat itu, maria masih berstatus bertunangan dengan seorang laki-laki yaitu Yusuf bertunangan adalah hal yang lazim pada saat itu namun hal yang membahayakan jika seorang perempuan yang masih bertunangan kedapatan hamil diluar nikah sebab pastilah ia akan menjadi gunjingan bahkan jadi bahan gosipan bagi banyak orang, jika mungkin hanya sekedar gosipan masih bisa di tahan dengan cara tertentu, munkin mengurung diri dll, tetapi lebih dari itu upah yang akan dia terima adalah hukuman mati yakni dilempari batu sampai mati. Jika harus dihukum karena perbuatannya yang salah mungkin masih dapat di terima tetapi hukuman yang akan dia terima bukan karena perbuatannya, hal itulah mungkin yang ada dalam pikiran maria sehingga membuat dia merasa takut. Tetapi dalam ketakutannya malaikat berkata “ jangan takut sebab engkau beroleh Kasih Karunia di hadapan Allah. dan ayat 35 dipertegas lagi Roh kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Mahatinggi akan menaungi engkau”.
Maria adalah manusia/wanita biasa hidup sederhana namun ia beroleh Kasih Karunia dari Allah kata “ Kasih Karunia yang dipakai disini “ mendapat berkat dari Allah, Allah sangat baik hati kepadamu, engkau sangat berkenan di hati Allah, Allah senang kepadamu, Dapotan asi ni roha doho sian Debata, kata Kasih Karunia yaitu Grace/kharis, anugerah, sesuatu yang diperoleh dari orang yang lebih tinggi/ diperoleh secara Cuma-Cuma, tidak layak namun dilayakkan oleh Allah. Maria adalah manusia biasa yang sesungguhnya tidak layak untuk dipakai sebagai sarana penggenapan janji Allah namun karena Kasih Karunia Allah dia dilayakkan. Oleh karena itu jangan ada yang mengangung-agungkan maria karena dia hanya sebatas sarana yg mendapatkan Kasih Karunia Allah. Jadi bersyukurlah jika Tuhan memakai kita menjadi sarana penggenapan janji Firman Allah karena itu adalah Kasih Karunia yang tidak dialami oleh semua orang (contoh…..) Jangan takut jika harus menanggung resiko karena Allah sebab Roh Allah akan turun atasmu untuk menaungimu. Jangan takut jika harus bergumul karena kehendak Allah sebab Allah senang terhadap kita, sebab Allah memberi Kasih Karunia kepada kita. Karena itu disaat kita memasuki pergumulan di masa-masa ini ketahuilah bahwa ada seribu satu alasan untuk terus dikuasai oleh ketakutan , namun hanya ada satu alasan untuk berani hidup yaitu karna Kasih Karunia Allah Dia memberikan AnakNya yaitu yesus Kristus untuk kita. 2. Jangan bimbang namun percayalah Dalam ayat 34 “ bagaiman mungkin hal itu terjadi? Ada dua peristiwa dalam perikop ini yang menunjukkan secara manusia sungguh sangat tidak munkin yaitu ketika maria seorang perawan akan mengandung dan ketika seorang wanita mandul akan mengandung, ketika malaikat menyampaikan bahwa Maria akan mengandung sedangkan ia masih perawan sehingga maria bertanya bagaiman mungkin hal itu terjadi? Karena aku belum bersuami, dalam bahasa aslinya dikatakan aku tidak tahu/ tidak kenal laki-laki. Kata Yunani di terjemahkan anak dara/perawan yang berasal dari kata partenos kata ini hanya digunakan bagi perempuan yang belum menikah, dalam NIV diterjemahkan I am a virgin yaitu aku seorang perawan , ini berarti menunjukkan bahwa Maria benar-benar belum pernah bersuami atau belum disentuh laki-laki dan belum pernah melakukan hubungan biologis dengan lelaki manapun. Hal itulah membuat Maria benar-benar bimbang dan tidak percaya kalau peristiwa itu akan terjadi. Yang kedua peristiwa Yang terjadi kepada sanaknya yaitu pasangan Zakaria dan Elisabeth, jika muzizat yang terjadi pada pasangan Maria dan Yusuf adalah peristiwa yang mendatangkan aib bagi mereka secara manusia namun bagi pasangan zakaria dan Elisabet adalah merupakan peristiwa yang menghilangkan aib dimana pada jaman itu merupakan aib bagi keluarga jika tidak memiliki anak dan merupakan aib juga jika melahirkan anak diluar dari pernikaan. Peristiwa yang dialami oleh zakaria dan Elisabeth juga merupakan suatu peristiwa yang terjadi diluar dari akal manusia dimana dikatakan dalam ayat sebelumnya ketika malaikat yang sama yaitu Gabriel menghampiri zakaria dan berkata jangan takut sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabeth istrimu akan melahirkan seorang anak laki-laki“ bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? ketika Zkaria sudah Tua dan Elisabeth sudah tua dan mandul secara manusia dan medis usia produktif wanita sampai usia 40thn, tetapi usia Elisabeth pada saat itu sudah lanjut dan mandul namun Tuhan ijinkan untuk mengandung , hal ini juga membuat Elisabeth dan zakaria tidak percaya sampai Zakaria pun dibuat menjadi bisu oleh karena ketidak percayaannya. Keraguan, kebimbangan dan ketakutan sering membuat kita tidak percaya kepada Tuhan, pendapat dunia ini mainside manusia sering membuat kita meragukan kuasa Allah, ketika di masa masa pandemic ini tamparan virus korona banyak melumpuhkan perekonomian, kesehatan dll, ketika mengalami sakit parah dan dokter berkata bahwa tidak ada kemungkinan untuk sembuh, ketika usaha dan perekonomian kita bangkrut dan tidak ada harapan untuk bangkit, ketika usia sudah lanjut bagi pasangan suami istri dan dunia berkata tidak mungkin untuk mendapat anak, ketika usia sudah tidak muda lagi seolah-olah sudah tidak mungkin untuk mendapatkan jodoh, ketika otak dan keadaan tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendididikan dan keadaan-keadaan yang lain membuat kita sering berkata
TIDAK MUNGKIN…TIDAK MUNGKIN namun sadarlah bagi manusia tidak mungkin namun bagi Tuhan semuanya munkin, bagi Tuhan tiada yang mustahil. Satu hal yang mustahil juga seperti yang kita rayakan malam ini yaitu seorang Allah seorang Raja diatas segala Raja mau lahir dkandang domba yang hina dan mau sama seperti manusia, tetapi oleh karena Kasih Tuhan Dia melakukannya sebab bagi Tuhan tiada yang mustahil
3. Tetaplah Tunduk atau Taat Percaya terhadap sesuatu yang logis atau rasio itu gampang namun bagaimana dapat menerima sesuatu diluar dari logika kita? Apalagi hal tersebut mendatangkan resiko besar atas kita? Mampukah kita untuk tetap tunduk kepada Allah? Hal itulah yang dilami oleh Maria disaat keadaan disekelilingnya diluar dari kemauannya disaat kenyataan yang dia terima diluar dari rasionya namun ia berkata: sesungguhnya aku ini adalah hamba , jadilah padaku menurut perkataanmu itu, Maria benar-benar menyadari siapa dirinya yang sesungguhnya di hadapan Allah sehingga tidak ada alasan bagi dia untuk tidak taat kepada kehendak Bapa. Meskipun bagi maria ketundukan/penyerahannya ini mempunyai resiko tinggi yaitu: kesalah pahaman Yusuf (Mat.1:18-19), kesalahpahaman, ejekan, hinaan dari orang-orang disekitarnya bahkan dari keluarganya, kemudian dia akan dihukum mati berdasarkan hukum perjanjian lama Ulangan22: 20-21, namun maria tetap tunduk dan tidak membemtah. Ini menunjukkan iman yang hebat.
Calvin berkata” ini merupakan bukti nyata dari iman, kalau kita mengekang pikiran kita dan menaklukkannya, sehingga tidak berani menjawab ini atau itu kepada Allah: karena keberanian dalam berbantah adalah ibu dari ketidakpercayaan. Bagaimana dengan kita ? Kalau Tuhan memberikan Firman yang kelihatannya tidak logis bagi kita, maukah kita percaya? Kalau Tuhan memberikan perintah yang kalau kita taati akan memberikan resiko/kerugian besar bagi kita, maukah kita tunduk? Bapak ibu kekasih Yesus melalui natal ini Firman Tuhan berbicara bagi kita yaitu: Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil oleh karena itu Janganlah takut sebab Kasih Karunia Allah menyertaimu Janganlah Bimbang tetaplah percaya Tetaplah taat/tunduk

