Pentingnya Pelayanan Remaja
Anak adalah pusaka
Anak adalah pusaka bagi kita orang tua oleh sebab itulah mereka begitu penting untuk kita jaga baik- baik mereka adalah penerus kita di masa depan. Hal inipun begitu tegas di dalam Firman Tuhan yang tertulis di dalam Mazmur 127:3 di mana di situ di katakana bahwa anak adalah pusaka bagi kita itulah dasarnya begitu mereka penting utnuk di layani sebelum mereka menjadi lost Generation.
Anak remaja adalah penerus pekerjaan Tuhan Yesus
Dalam pelayanan mengabarkan kabar baik Paulus tidak hanya sendiri akan tetapi ia mangangkat seorang anak muda yang bernama Timotius untuk membantunya melayani ketika Paulus di dalam penjara. bahkan di dalam pernyataan Paulus dia menjadikan timotius itu sebagai anak Rohaninya di dalam iman ( 1 Tim 1:1-2). Betapa luar biasanya ketika kita pun melakukan seperti apa yang Paulus lakukan bahwa seorang anak remaja pun dapat menjadi alat Tuhan untuk menjadi rekan kita di dalam pelayanan. Oleh sebab itu jangan perna kita meremekan pelayanan bagi anak remaja karena, anak remaja adalah masa depan gereja dan pelayanannya.
Pelayanan Remaja Yang Kreatif
1. Menjalin hubungan atau persahabatan yang baik
Di dalam pelayanan yang akan kita lakukana itu hal yang sangat penting itu adalah cara atau metode yang akan kita lakukan, karena banyak dari kita melakukan pelayanan itu dengan metode yang tidak tepat sehingga hal yang akan kita alami terrutama itu adalah penolakan. Tentunya ini bisa menjadi salah satu penghalang kita untuk melakukan pelayanan itu, sehinggga pelayanan yang efektif dan kreatif itu sangat di perlukan tentunya di sini di perlukan awal yang baik. Salah satu pelayanan yang efektif dan kreatif itu adalah bagaimana cara kita unttuk menyatu dan bergaul dengan lingkungan tempat pelayanan kita ada pepata yang mengatakan’ tak kenal maka tak sayang’ tentu kata-kata yang seperti ini bisa kita jadikan sebagai dasar kita untuk melakukan pelayanan.
Banyak remaja itu mengalami problem di rumah, di sekolah, dan di lingkungan di mana mereka tinggal, sehingga itu semua membuat mereka merasa mendapat penekanan. Utntuk membangkitkan gairah para remaja itu di dalam mengikuti proses pelayanan maka di butuhkan suatu awal yang baru dan menarik bagi anak remaja, sehingga ketika mereka mulai tertarik, meresponi dan berpartisipasi maka tujuan pelayanan kita pun akan berjalan sesuai dengan program yang kita rencanakan dari awal dan itu semua hanya akan berjalan dengan maksimal ketika kita memulainya dengan persahabatan. karena dengan bersahabat maka remaja akan merasa mengerti, dan pahami.
2. Fideo game
Mengenal baik dunia online adalah salah satu cara yang baik dalam menjangkau remaja. Don Miller, direktur The Canadian Bible Society menyingkapi minimnya minat generas masa kini untuk menelaah kitab suci. Sehingga unntuk membangkitkan ini maka dibutuhkan suatu dunia yang mereka sukai yaitu game dan tentunya game online ini berbeda dengan game lainnya ( Incredible Island), yang membuat Alkitab menjadi hidup. Hal ini harus diterapkan karena metode tradisional sudah tidak efektif lagi dibanding dengan tekhnologi.
3. Utamakan kristus
Yesus Kristus adalah pribadi yang paling menarik yang perna ada di dunia ini. Dalam usia mereka yag muda pun mereka dapat merespon kepada Kristus. Mereka dapat mengalami bahwa hidup bersama Kristus merupakan yang paling berharga.
Seringkali pelayanan kita hanya berfokus kepada remaja itu hanya untuk kelak remaja menjadi anggota Gereja, betul memang penting bahkan sangat penting, namun kalau ini yang menjadi tujuan pelayanan kebanyakan remaja tidak tertarik. Ini haruslah kita dapat membedahkannya.
4. Memberikan kesempataan untuk bertanya
Hubungan kita sebagai pelayan dan yang mau di layani itu sangat penting untuk kita pahami sehingga kita dapat melakukan pelayanan itu dengan baik sehingga, di dalam pelayanan kita itu timbul respon yang baik itu artinya terjadi pertukaran pikiran antara remaja dan pelayan ini begitu penting untuk kita pahami.
Hubungan yang kita awali dengan baik itu akan memberikan tangggapan yang baik pula, dan jika kita menerapkan system Tanya jawab ini maka akan lahir suatu hubungan erat antara pengajar dan yang di ajar. Karena ketika kita memberikan kesempatan kepada remaja untuk bertanya tentang apa yang belum mereka ketahui maka dalam waktu itu pula kita sedang menjalin hubungan yang baik.
5. Kreatifitas iman kristen
Banyak kitaa belajar dari Pada Alkitab dan bapa Gereja, dimana mereka mengajarkan kepada kita bahwa beriman tidak dapat dipisahkan dengan berfikir.
Yosua dalam menanggapi pesan Allah (yosua 1:6), bahwa untuk merebut kota itu dibutuhkan strategi.
6. Belajar dari tokoh Alkitab
Kita dalam pelayanan itu harus belajar dari para tokoh yaitu, raja salomo dalam sebuah hikmat berfikir menibulkan berbagai pikiran positif, kreatif, dan kritis, Yusuf bagimana cara Yusuf menggunakan mimpinya dan caranya untuk menafsirkan (kej 50:19-21), Rasul Paulus dimana ia adalah pekabar yang gigi di zamannya, tak diraguhkan lagi bahwa Paulus adalah seorang intelektual, ia mengatur manajemen pekabaran Injil dengan perencanaan yang baik dan strategis, dan yang paling utama dalam pelayanan kita itu meneladani Yesus, dimana Tuhan Yesus di akui sebagai guru yang kreatif (Yoh), bagaimana cara Yesus mewartakan kabar baikitu dengan berbagai cara dengan perumpamaan. Maka kita sebagai pelayan haruslah elajar dari pada tokoh Alkitab.
7. Melaksakan Firman Tuhan
Langkah terakhir yang akan di bahasa disini yaitu bagaiman kita melakukan Firman itu dalam kehidupan kita, ini adalah hal yang paling prinsip dan utama dalam suatu pelayanan kita. Tidak ada arti suatu pelayanan yang kita lakukan itu tanpa respon atau umpan balik dari pada meresponi Firman Tuhan itu dalam kehidupan kita memang, banyak dari kita hanya mampu mengerti, memahami arti Firman Tuhan itu tapi hanya sedikit yang melakukan atau menerapkannya dalam kehidupannya pribadi.
Dalam hal ini remaja harus ditantang dalam meresponi Firman Tuhan itu, mereka harus mengambil suatu keputusan dalam kehidupan mereka untuk berhenti dalam kehidupan mereka yang lama dan menjalani hidup yang baru melalui suatu komitmen mereka di hadapan Tuhan.
Kehidupan yang melakukan Firman Tuhan adalah kehidupan yang membuktikan bahwa pelayanan kita itu berjalan dengan baik dan maksimal sehingga, para remaja hidup dalam Firman Tuhan dan mereka menjadi berkat bagi sesama mereka.

