Perceraian
Ada banyak pasangan suatu keluarga Akhirnya merasa tidak cocok lagi karena tidak tahan hidup dalam pertengkaran dan perselisihan bahkan hinggga berujung kepada suatu penganiayaan. Hal ini lah yang menyebabkan pasangan suami Istri tidak perlu lagi mempertahankan kualitas pernikahan karena cinta diantara suami-isteri semakin pudar.
Perceraian sebenarnya tidak dapat menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah saja. Terkhusus kepada pertumbuhan seoarang Anak, sebab perubahan akibat perceraian itu sendiri akan akan menyebabkan luka batin yang sangat parah.
pandangan mengenai perceraian, adalah penting untuk mengingat kata-kata Alkitab dalam Maleakhi 2:16a: “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel.” Menurut Alkitab, kehendak Allah adalah pernikahan sebagai komimen seumur hidup. “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Matius 19:6). Meskipun demikian, Allah menyadari bahwa karena pernikahan melibatkan dua manusia yang berdosa, perceraian akan terjadi. Dalam Perjanjian Lama Tuhan menetapkan beberapa hukum untuk melindungi hak-hak dari orang yang bercerai, khususnya wanita (Ulangan 24:1-4). Yesus menunjukkan bahwa hukum-hukum ini diberikan karena ketegaran hati manusia, bukan karena rencana Tuhan (Matius 19:8).
B. Psikologis Anak Tergangu
Keluarga yang berantakan adalah keluarga yang kehidupanya terpola dalam kekerasan. Dimana tidak ada kasih dalam keluarga tersebut. Kerena setiap saat suami- istri selalu bertengkar bahkan sampai berujung kepada kekerasan. Beberapa para ahli mengatakan bahwa mengalami pertumbuhan dalam sebuah keluarga yang tidak harmonis akan mengahcurkan jiwa sang Anak sehingga akan mengalami sebuah luka batin yang mendalam. Kondisi ini membuat banyak jiwa anak merasa terganggu, karena hidup mereka dihantui oleh tindakanan kekerasan yang terjadi di dalam keluarganya. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan membuat anak menjadi pribadi yang keras dan pribadi yang memberontak oleh karena kondisi keluarga yang berantakan. Karena anak sendiri sering meliahat ayah dan ibunya bertengkar.

