Kebiasaan pemimpin dengan efektifitas tinggi
Seorang pemimpin yang efektif yang dibentuk, terbentuk serta membentuk diri menjadi manusia efektif.
1. Jadilah orang yang berinisiatif untuk aktif
Pemimpin yang efektif harus belajar dan secara serius serta terus menerus mengembangkan sikap yang pro aktif yang ditandai oleh adanya visi pribadi yang kemudian dikembangkan menjadi visi penuntun. Pemimpin harus tetap mengembangkan kesadaran diri yang tinggi melalui pengembangan imajinasi secara positif. Pemimpin juga perlu berupaya untuk mengembangkan dan menggunakan kehendandak bebasnya dalam upaya berpikir yang tertata dan terarah juga mengembangkan kepekaan suara hatinya untuk memahami orang/ situasi daan merefleksikan diri secara wajar. Sehingga seorang pemimpin itu senantiasa siap untuk membawa pengaruh positif dan membangun memiliki komitmen diri yang konsisten untuk menjadi pro aktif yang kemudian diekspresikan melalui prilaku yang baik dan komitmen yang bersifat inspiratif.
2. Mulailah sesuatu dengan hasil akhir dibenak
Pemimpin harus belajar dan terbiasa berpikir strategis, dasar-dasarnya berpikir dengan hasil akhir dibenak. kepemimpinan menggunakan akal dan pikiran untuk mencipta dan menejemen menggunakan akal pikiran untuk merancang apa yang telah dicipta untuk dilakukan. Kemampuan itu digunakan untuk membuat hal-hal yang benar dan menentukan apakah pemimpin dapat mengerjakan hal-hal besar atau tidak dan menejemen memastikan bahwa hal benar dan besar tersebut dapat dilakukan dengan baik. Didalam setiap orang sedang terkubur potensi untuk mencipta hal besar, yang dapat digali dengan mengembangkan imajinasi secara maksimal yang akhirnya harus dapat diformulasikan menjadi konsep yang jelas, yang bertujuan untuk mencapai hasil akhir yang telah dirancang.
3. Kerjakan hal yang utama yang lebih dahulu.
Seorang pemimpin harus dapat menentukan apa yang lebih memiliki prioritas lebih dari pada untuk ditangani terlebih dahulu.
4. Pikirkanlah Menang-menang.
Suatu kebiasan berpikir unggul yang harus dipraktekkan oleh pemimpin ialah berpikir menang-menang. Dimana pemimpin harus bertekad untuk menciptakan kondisi yang membawa keuntungan serta kepuasan kepada semua pihak.
5. Terapkanlah prinsip kerjasama yang kreatif.
Kebiasaan kerjasama yang kreatif dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan faktor berikut. Kembangkan kebiasaan sinergi, berkomunikasilah secara senergetik, kembangkanlah dan gunakanlah hubungan kreatif.
Peningkatan efektivitas Kepemimpinan
Secara hirarki tingkat perkembangan kepemimpinan dapat diukur dengan melihat bagian dibawah ini;
1. Anda memimpin karena integritas kepemimpinan
2. Anda memimpin karena kompetensi kepemimpinan
3. Anda memimpin karena prestasi kerja
4. Anda memimpin karena pengaruh sosial kepemimpinan
5. Anda memimpin karena kemenangan kepemimpinan.
Dalam peningkatan atau pengembangan efektifitas kepemimpinan dapat juga dilakukan dengan mengenal model kepemimpinan situasional. Kepemimpinan situasional berfokus pada kesesuai antara gaya kepemimpinan dan level kemantangan bawahan. Kepemimpinan situasional juga harus menentukan gaya yang sesuai dengan memahami kompenen kemantangan yaitu dengan memotifasi prestasi para bawahan dimana pemimpin berorentasi pada bawahan.
Meningkatkan efeksivitas kepemimpinan juga dapat digunakan dengan cara menggunakan kepemimpianan barter sosial yaitu suatu pendekatan transaksional yang terfus kepada dua sisi yang menekankan suatu proses transaksi yang saling mempengaruhi dimana terjadi proses pengaruh mempengaruhi antara pimpinan dan bawahan.

